Home covid-19 MASYARAKAT TOLITOLI MILIKI DISIPLIN YANG TINGGI UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19

MASYARAKAT TOLITOLI MILIKI DISIPLIN YANG TINGGI UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19

187
0
SHARE
MASYARAKAT TOLITOLI MILIKI DISIPLIN YANG TINGGI UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19

tolitolikab.go.id Secara umum, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Tolitoli, baik yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 maupun yang baru menunjukkan reaktif hasil rapid test seluruhnya dalam kondisi baik dan stabil. Dengan kondisi tersebut sangat besar peluang bagi mereka untuk sembuh dari infeksi virus.

Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH selaku Ketua  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli mengatakan kemungkinan seorang pasien untuk sembuh dari infeksi virus baik Covid-19 atau virus-virus lainnya sangat besar asalkan ada dorongan dari pasien tersebut untuk bisa lebih kuat dari pada virus tersebut artinya pasien harus bisa lebih kuat mempertahankan tubuh sebelum virus itu akhirnya menghilang. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif mengidap virus berpeluang sembuh total bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

Bupati Moh. Saleh Bantilan menjelaskan, 11 orang positif Covid-19 di Kabupaten Tolitoli yang ada saat ini rata-rata berusia produktif dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Menurut Moh. Saleh Bantilan, berdasarkan beberapa literatur medis yang ia baca, orang yang masih produktif dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat antibodinya dapat berproduksi 2 sampai 3 kali lipat dibandingkan dengan yang sudah lanjut usia. Oleh sebab itu, salah satu cara untuk bisa sembuh bagi yang sudah terserang virus serta bisa mencegah bagi yang punya potensi untuk terserang virus adalah jangan stres dan jangan panik, sebab jika stres dan panik maka antibodi akan lambat berproduksi sehingga kita mudah terserang. Stres hanya membuat kondisi jiwa kita yang tersugesti (psikosomatik) dan selanjutnya membuat tubuh menjadi lemah, tambah Bupati mengutip pendapat ahli.

Meskipun memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli  tetap menyarankan setiap orang untuk tetap disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penularan virus corona. Pencegahan dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan pakai sabun selama kurang lebih 20 detik di air mengalir, makan makanan bernutrisi tinggi seperti sayur dan buah, berolahraga teratur serta istirahat  yang cukup.

Sebagai clossing statemen, Bupati mengatakan hikmah yang dapat diambil dengan adanya Covid-19 ini, semua orang jadi sadar sehat. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Tolitoli khususnya untuk senantiasa menumbuhkan rasa optimisme untuk bisa melawan virus corona ini, selain itu masyarakat juga diajak untuk meningkatkan pengetahuan tentang virus sehingga tidak membuat asumsi-asumsi salah  yang justru dapat membuat kepanikan.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli Arham A. Jacub, SH menyampaikan bahwa sampai dengan hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020 sudah dilakukan rapid test terhadap 1.187 orang dan dari jumlah tersebut hanya 89 orang yang terkonfirmasi reaktif atau hanya 7,4 %. Dari data ini dapat diasumsikan bahwa masyarakat kita memiliki disiplin yang tinggi dalam melakukan upaya pencegahan penularan virus. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) yang tercatat sampai saat ini berjumlah 135 orang dan baru sekirtar 16,2 % di antaranya (22 orang) yang dinyatakan selesai masa pemantauan atau dinyatakan steril, sementara yang 113 orang atau 83,8 % masih akan terus dipantau.

Arham mengatakan, bahwa sesuai instruksi Bupati Tolitoli selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli maka rapid test selanjutnya hanya dilakukan pada orang yang pernah kontak dengan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan pernah kontak dengan pasien yang baru terkonfirmasi reaktif hasil rapid test melalui upaya tracking (penelusuran). Saat ini  masih tersedia kurang lebih 3000 alat rapid test dan akan diadakan lagi sekitar 10 ribu rapid test jelas Arham.

(Tim Liputan Bagian Prokopim Setdakab Tolitoli)