Home Daerah WORKSHOP PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KELAPA DAN CENGKEH DIGELAR DI TOLITOLI

WORKSHOP PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KELAPA DAN CENGKEH DIGELAR DI TOLITOLI

16
0
SHARE
WORKSHOP PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KELAPA DAN CENGKEH DIGELAR DI TOLITOLI

Workshop peningkatan nilai tambah produk unggulan kawasan pedesaan kelapa dan cengkeh di Kabupaten Tolitoli dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding pada Jumat pagi (25/10) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ginunggung Kecamatan Galang. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan ini turut dihadiri Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bahartani Lamakampali, SE.,MT bersama rombongan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tolitoli bersama jajarannya, Kepala Bappeda Kabupaten Tolitoli, para Penyuluh Pertanian dan Perkebunan, Pimpinan PT Nares dan PT Inacom, Perwakilan Kelompok Tani cengkeh dan kelapa serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdur rahman Hi. Budding mengatakan perkebunan merupakan salah satu sektor andalan bagi perkembangan perekonomian di Indonesia selain sebagai penyumbang devisa negara sektor perkebunan juga berkontribusi sebagai penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia di antaranya cengkeh dan kelapa. Sebagai sektor andalan tidak terlepas dari permasalahan yang dihadapi antara lain masih rendahnya kualitas hasil atau produk yang diperoleh dari usaha perkebunan, baik itu produk primer maupun produk sekunder. Dikatakan juga Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu daerah di provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi komoditi perkebunan unggulan yaitu cengkeh dan kelapa yang membutuhkan dukungan dalam pengembangannya sehingga dapat menunjang devisa negara. 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Kementrian Desa Bahartani Lamakampali SE, MT dalam sambutannya mengatakan bahwa 5 tahun kedepan para petani dan nelayan akan lebih besar dan lebih baik lagi terkait dengan bagaimana pemerintah pusat untuk menggairahkan ekonomi yang ada di desa sehingga diharapkan pada saat berkonsentrasi kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa bisa mengganti produksi padi, jagung, kedelai yang pastinya akan lebih meningkatkan produksi yang sangat tinggi.(*AR)